Global

Israel Klaim Air Hujan Miliknya, Warga Palestina Dilarang Ambil

Ian Cavalera
×

Israel Klaim Air Hujan Miliknya, Warga Palestina Dilarang Ambil

Sebarkan artikel ini
Warga Palestina minum air hujan
Warga Palestina minum air hujan

Tapakbatas.com – Tak hanya wilayah Palestina yang diklaim oleh Israel ternyata air hujan pun adalah miliknya.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Benjamin Netanyahu mengklaim air hujan yang turun di Jalur Gaza, Palestina milik otoritas Israel.

Sehingga, kata dia, warga sipil Palestina dilarang keras untuk menampung dan mengambilnya.

Selain itu, rakyat Palestina juga dilarang membangun sumur untuk mendapat air yang cukup.

Kebijakan tersebut juga menghalangi akses masyarakat terhadap fasilitas air dan sanitasi.

“Menurut perintah militer Israel yang berlaku di wilayah tersebut hujan adalah milik otoritas Israel

Dengan demikian warga Palestina dilarang mengumpulkan air hujan untuk kebutuhan rumah tangga atau pertanian,” demikian bunyi pernyataan PBB yang dikutip Jumat (24/11/2023).

“Selain melarang hampir semua pembangunan sumur yang diperlukan oleh warga Palestina untuk mendapatkan air dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan penduduk dan pembangunan sosial ekonomi,

Kebijakan-kebijakan semacam itu juga menghalangi akses masyarakat terhadap fasilitas air dan sanitasi termasuk air, toilet, jaringan pembuangan limbah dan tangki-tangki penampungan air hujan,” pungkasnya

 

Editor : Ian

Moskow Diserang 1.600 Drone Ukraina, Tiga Orang Tewas
Global

Tapakbatas.com– Sedikitnya tiga orang tewas dan sebuah kilang minyak utama Rusia mengalami kebakaran setelah serangan masif drone Ukraina ke wilayah Moskow pada Minggu (20/9) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi pada…

Dahsyat! Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 472 Orang
Global

Tapakbatas.com– Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, terus bertambah. Sedikitnya 472 orang dikonfirmasi tewas, sementara lebih dari 1.400 orang lainnya masih…