Tapakbatas.com– Saenal, warga Bulukumba, meninggal dunia meninggalkan utang ratusan juta rupiah di rumah sakit.
Ia meninggalkan seorang anak yang masih kecil dan istri yang sedang hamil lima bulan tanpa warisan dan pekerjaan.
Diceritakan Reni istri alamarhum, Pada Minggu, 10 Maret 2024, jelang Magrib, Saenal ditikam oleh orang yang tidak dikenal.
Ia mengalami empat tikaman yang mengenai pipi kiri, perut kiri, lengan kanan, dan paha kanan.
“Dia menjalani operasi di RSUD Kabupaten Bulukumba sebagai pasien umum. Tiga hari kemudian, ia dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo karena didiagnosa infeksi usus” ungkapnaya
Biaya Pengobatan
Rawat Inap Pertama: Tagihan sebesar 43 juta rupiah.
Rawat Inap Kedua: Tagihan sebesar 62 juta rupiah.
ICU: Sebelum meninggal pada Senin, 3 Juni 2024, Saenal dirawat di ICU RS Wahidin Sudirohusodo dengan status pasien umum, meninggalkan tagihan sebesar 34 juta rupiah.
“Total utang Saenal di RS Wahidin Sudirohusodo mencapai 118 juta rupiah, menjadikannya piutang terbesar di rumah sakit tersebut di Indonesia Timur”jelasnya
Usaha Pelunasan
Pada Senin, 10 Juni 2024, keluarga Saenal berhasil membayar 17 juta rupiah dari hasil donasi bersama relawan.
Rinciannya, 12 juta rupiah ditransfer ke rekening rumah sakit dan 5 juta rupiah diserahkan langsung dalam bentuk tunai. Sisa utang yang belum terbayar adalah sebesar Rp 99.966.100.
Aksi Galang Dana
Sejak Kamis, 20 Juni 2024, hingga hari ini, tetangga dan kerabat Almarhum Saenal masih terus melakukan aksi turun ke jalan untuk menggalang dana.
Kontak Relawan : 0852-4249-6423.
Editor : Dento













