Sorot

Solar Subsidi Parepare Diduga Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam

×

Solar Subsidi Parepare Diduga Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam

Sebarkan artikel ini
Solar Subsidi Parepare Diduga Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam
Antrean truk mengular di SPBU KM 3 Lapadde, Parepare. Dokumentasi juga memperlihatkan aktivitas pengisian solar subsidi pada dispenser. Kondisi ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi.

Tapakbatas.com– Antrean panjang kendaraan truk terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Selasa (28/7/2026)

Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pengguna jalan karena mengganggu arus lalu lintas.

Fenomena antrean truk di sejumlah titik SPBU Parepare disebut telah berlangsung selama beberapa hari.

Muncul dugaan adanya penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang melibatkan oknum tertentu.

Pantauan di SPBU 74.91153 KM 3 Lapadde, Kota Parepare, Minggu sore (26/7/2026), memperlihatkan antrean panjang truk yang mengular mulai dari pertigaan Jalan Industri–Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga melewati area SPBU.

Salah satu kendaraan yang melakukan pengisian adalah mobil boks Mitsubishi Fuso Colt Diesel.

Pada layar mesin pengisian BBM (fuel dispenser) terlihat transaksi senilai Rp900 ribu dengan volume 132,35 liter solar.

“Satu kali mengisi ji, satu barcode,” ujar sopir mobil tersebut saat dikonfirmasi.

Aktivitas pengisian dalam jumlah besar itu kemudian memunculkan pertanyaan terkait penggunaan barcode Pertamina Subsidi atau QR Code Subsidi Tepat, khususnya mengenai kesesuaian antara kendaraan, nomor polisi, dan kuota BBM subsidi yang digunakan.

Saat dikonfirmasi terkait transaksi tersebut, operator SPBU KM 3 Lapadde mengarahkan wartawan untuk meminta penjelasan kepada pihak penanggung jawab SPBU.

“Konfirmasi sama Ibu Ani,” kata operator SPBU.

Namun, pihak yang disebut sebagai penanggung jawab SPBU tidak berada di lokasi saat itu.

Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ani juga belum mendapatkan tanggapan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan praktik mafia solar subsidi dilakukan dengan cara membeli BBM solar subsidi dalam jumlah besar secara berulang di sejumlah SPBU untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Modus yang kerap disoroti dalam kasus penyalahgunaan solar subsidi antara lain penggunaan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan kapasitas tangki lebih besar dari standar pabrik.

BBM hasil pembelian tersebut diduga kemudian dialihkan ke pihak lain, termasuk sektor usaha yang tidak berhak menerima BBM subsidi.

Praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi dan merugikan masyarakat yang memang berhak menerima.

Selain menyebabkan antrean panjang, penyalahgunaan solar subsidi juga dapat mempercepat habisnya stok BBM subsidi di tingkat konsumen.

Berdasarkan pantauan, antrean truk terjadi di sejumlah SPBU lain di Parepare.

Di SPBU Ujung Bulu, Jalan Karaeng Bura’ne, truk terlihat berjejer hingga memenuhi ruas Jalan Ganggawa dan Jalan Panca Marga.

Di SPBU Cappa Galung dekat Patung Pemuda, antrean truk terlihat di Jalan Bau Massepe hingga sisi SPBU menuju arah Pantai Mattirotasi.

Sementara di SPBU KM 2 Lapadde, antrean kendaraan memanjang di Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga kawasan jembatan penyeberangan dekat Rumah Jabatan Wali Kota Parepare.

Antrean serupa juga terlihat di SPBU KM 3 Lapadde, mulai dari pertigaan Jalan Industri Kecil hingga melewati area SPBU.

Di wilayah Soreang, antrean truk juga tampak di sepanjang Jalan M Arsyad, kawasan perbatasan Parepare–Pinrang.

Kondisi ini menjadi perhatian dan membutuhkan pengawasan lebih ketat dari Pertamina maupun Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran serta mencegah potensi penyalahgunaan.

(AR/DS)