Sosmed

Video “Batang Membara” Bikin Geger, Polisi Selidiki Jaringan Penyebaran di Telegram

×

Video “Batang Membara” Bikin Geger, Polisi Selidiki Jaringan Penyebaran di Telegram

Sebarkan artikel ini
Video “Batang Membara” Bikin Geger, Polisi Selidiki Jaringan Penyebaran di Telegram
Foto kolase – Cuplikan ilustrasi terkait video viral “Batang Membara” Part 2 yang menjadi sorotan warganet.

Tapakbatas.com– Video syur tanpa sensor berlabel “Batang Membara” ramai diburu warganet di media sosial, Jumat (12/6/2026).

Link video tersebut memicu lonjakan pencarian masif, terutama di platform X dan grup-grup Telegram.

Di tengah tingginya perhatian publik, Polres Batang bergerak cepat dan menahan seorang pria berinisial SAE (26) yang diduga kuat sebagai pelaku utama dalam kasus ini.

Dalam proses penyidikan, polisi sempat menemui kendala setelah tersangka diduga menghapus sejumlah data di ponselnya sebelum pemeriksaan dilakukan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, mengatakan pihaknya harus bekerja ekstra untuk mengungkap kasus ini.

“Kami harus menelusuri kembali jejak digital dari awal,” katanya kepada wartawan.

Melalui pemeriksaan laboratorium forensik digital, polisi akhirnya berhasil memulihkan data yang sempat dihapus.

Dari hasil itu juga diketahui bahwa perangkat milik SAE diduga digunakan untuk merekam konten yang kemudian tersebar di media sosial.

Penyelidikan kemudian diperluas ke jaringan distribusi.

Polisi juga memeriksa seorang saksi di Pemalang yang mengakses video tersebut melalui grup Telegram berbayar untuk menelusuri pola penyebaran di ruang digital tertutup.

Polres Batang menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik dalam produksi maupun penyebaran video.

Di sisi lain, pakar keamanan siber mengingatkan soal maraknya tautan berkedok “link asli” yang disebarkan akun anonim.

Modus ini dinilai sebagai cara untuk menjebak pengguna dan mengumpulkan data pribadi.

“Tautan viral semacam ini sering dipakai sebagai media penyebaran malware dan phishing. Pengguna harus jauh lebih hati-hati sebelum mengklik link yang tidak jelas sumbernya,” jelas pakar keamanan siber tersebut.

Risikonya tidak ringan, mulai dari pencurian password, akses ilegal ke email, hingga pembobolan akun mobile banking.

Banyak tautan semacam ini juga mengarah ke situs tidak resmi dengan iklan berlebihan atau sistem pengumpulan data tersembunyi.

Masyarakat diimbau untuk tidak ikut menyebarkan atau membuka konten yang belum jelas sumbernya.

Yang didapat bukan informasi, melainkan risiko kejahatan siber.

Langkah pencegahan seperti mengaktifkan verifikasi dua langkah dan melaporkan akun mencurigakan menjadi hal yang disarankan.

Di tengah derasnya arus informasi viral, kewaspadaan digital menjadi kunci agar rasa penasaran tidak berujung pada kerugian data maupun finansial.

Editor : Darwis