Tapakbatas.com, MAKASSAR— Ada jenis kelelahan yang tidak selalu terlihat. Ia muncul ketika seseorang berdiri berjam-jam dalam antrean, menunggu kendaraan bergerak beberapa meter demi beberapa liter BBM. Di bawah matahari yang menyengat, rasa haus pun menjadi bagian dari penantian.
Masalahnya, untuk sekadar membeli minuman, mereka tidak selalu bisa meninggalkan antrean.
Sebab ketika sedang mengantre BBM, beberapa menit saja bisa berarti kehilangan giliran.
Berangkat dari situasi sederhana tersebut, CV Arashi Cosmetindo mengambil langkah yang juga sederhana, tetapi sarat makna.
Pada Senin, 14 September 2026, Arashi membagikan 1.000 cup minuman secara gratis kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Ketika Kepedulian Tidak Cukup Hanya Diucapkan
Gagasan tersebut muncul setelah Astriana Muchtar selaku Owner dan Founder CV Arashi Cosmetindo melihat langsung panjangnya antrean BBM dan kondisi masyarakat yang harus menunggu di tengah cuaca panas.
Menurutnya, ada kebutuhan sederhana yang terkadang luput diperhatikan: air minum.
“Kami melihat panjangnya antrean BBM. Di bawah teriknya matahari, pasti banyak yang merasa lelah dan haus. Namun, mereka mungkin takut meninggalkan antrean hanya untuk mencari minum karena khawatir kehilangan urutan,” terangnya.
Dari pemikiran tersebut, muncul sebuah pertanyaan sederhana:
Kalau mereka tidak bisa meninggalkan antrean untuk mencari minuman, mengapa tidak kami yang datang membawa minuman kepada mereka?
Pertanyaan itulah yang kemudian menjadi sebuah aksi.
Sebanyak 1.000 cup minuman disiapkan dan dibagikan langsung kepada masyarakat yang sedang menunggu BBM di beberapa SPBU di Makassar.
Tidak ada pembelian produk yang harus dilakukan. Tidak ada transaksi yang menjadi syarat.
Hanya sebuah minuman yang diberikan kepada mereka yang sedang menunggu.

1.000 Cup Coffee, 1.000 Bentuk Kepedulian
Bagi Arashi, angka 1.000 bukan sekadar jumlah.
Setiap cup diberikan kepada seseorang yang sedang menjalani penantian panjangnya masing-masing. Ada pekerja yang membutuhkan BBM untuk kembali beraktivitas, pengendara yang harus melanjutkan perjalanan, hingga masyarakat yang sekadar ingin memastikan kendaraannya tetap bisa digunakan.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak ditempatkan sekadar sebagai pembagian minuman gratis.
Arashi ingin menghadirkan sedikit rasa sejuk di tengah situasi yang tidak mudah.
“Bagi kami, satu cup sederhana mungkin terlihat kecil. Tetapi kami berharap bisa mengurangi rasa haus, menguatkan kesabaran, dan membuat mereka merasa bahwa di tengah kesulitan, masih ada orang yang mau peduli dan berbagi,” ujar Astriana Owner dan Founder CV Arashi Cosmetindo.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana Arashi melihat hubungan antara sebuah perusahaan dan masyarakat.
Perusahaan bukan hanya tentang apa yang dikerjakan. Perusahaan juga tentang nilai apa yang ingin ditinggalkan.
Kalimat tersebut menjadi penting. Sebab sebuah perusahaan memang tidak selalu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tetapi setiap perusahaan memiliki pilihan untuk peduli atau tidak peduli. Dan kali ini, CV Arashi Cosmetindo memilih untuk hadir.
Dari Industri Kecantikan, Tumbuh Menjadi Perusahaan yang Peduli
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan maklon kosmetik melalui CV Arashi Cosmetindo, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih luas dengan masyarakat.
Arashi tidak ingin dikenal hanya dari aktivitas bisnisnya, tetapi juga dari nilai yang dibawanya. Peduli. Berbagi. Hadir ketika dibutuhkan.
Nilai tersebut menjadi semakin relevan ketika masyarakat sedang menghadapi situasi yang membutuhkan kesabaran dan solidaritas.
Sebab membangun sebuah perusahaan tidak hanya membutuhkan produk dan layanan yang baik. Dibutuhkan pula kepercayaan. Dan kepercayaan tumbuh ketika masyarakat melihat bahwa sebuah perusahaan memiliki nilai yang benar-benar dijalankan.
Karena Kadang, Hal Besar Dimulai dari Hal yang Sangat Sederhana
Antrean BBM mungkin masih panjang. Persoalan kelangkaan BBM juga tidak selesai hanya dengan 1.000 cup minuman. Namun, Arashi tidak datang dengan klaim mampu menyelesaikan semuanya.
Arashi datang membawa apa yang bisa mereka berikan: 1.000 cup minuman, sedikit kesejukan, dan sebuah pesan bahwa kepedulian masih ada.
“Kami percaya, kebaikan sekecil apa pun, insyaallah akan selalu berarti bagi yang membutuhkan. Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa menjadi pengingat bahwa ketika keadaan sedang sulit, kita tidak harus selalu menunggu orang lain untuk berbuat baik. Kita bisa mulai dari apa yang kita mampu,” tutup Owner.
Dan mungkin, di tengah panjangnya antrean pada hari itu, satu cup minuman memang bukan sesuatu yang besar.
Tetapi bagi seseorang yang sedang berdiri di bawah teriknya matahari dan masih harus menunggu giliran, kepedulian yang datang tanpa diminta bisa terasa jauh lebih berarti daripada sekadar segelas minuman.
Itulah cara Arashi ingin hadir, bukan hanya sebagai sebuah nama di balik produk, tetapi sebagai perusahaan yang berusaha memberikan arti di tengah masyarakat.
(Atika)













