Metro

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, SDN Borong Makassar Gelar Bimtek Inovasi

×

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, SDN Borong Makassar Gelar Bimtek Inovasi

Sebarkan artikel ini
Kepala SD Negeri Borong bersama Pegiat literasi Rusdin Tompo, Ketua Komite Sekolah, dan Ikrom Trianto dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Inovasi Sekolah di UPTD SPF SD Negeri Borong Makassar, Sabtu (5/9/2026).
Kepala SD Negeri Borong bersama Pegiat literasi Rusdin Tompo, Ketua Komite Sekolah, dan Ikrom Trianto dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Inovasi Sekolah di UPTD SPF SD Negeri Borong Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Tapakbatas.com, MAKASSAR — “Sederhana, bikin sesuatu yang baru atau meningkatkan nilai guna atau merefleksikan, begitu sedikit definisi inovasi.” ujar Pegiat Literasi Rusdin Tompo saat menjadi pemateri dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Inovasi Sekolah di UPTD SPF SD Negeri Borong Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Bimtek yang mengusung upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan ini menjadi ruang bagi guru dan warga sekolah untuk memahami pentingnya inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Rusdin menjelaskan bahwa inovasi tidak selalu harus berupa sesuatu yang baru dan besar. Berbagai hal sederhana di sekitar sekolah dapat dikembangkan menjadi inovasi selama mampu memberikan nilai guna atau menjadi cara baru dalam menyelesaikan masalah.

“Kita pelayan publik, cara kreatif menyelesaikan masalah. Kita dituntut adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Rusdin juga menekankan bahwa inovator bukanlah “organ tunggal”. Inovasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dapat memberikan manfaat bagi sekolah. Menurutnya, inovasi juga dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih segar, indah, nyaman, sekaligus membantu sekolah tetap eksis menghadapi perubahan.

 

Inovasi untuk Membranding Sekolah

Materi berikutnya disampaikan Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., yang merupakan pemateri sekaligus fasilitator inovasi daerah yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar. Dalam kesempatan tersebut, Ikrom mengatakan bahwa “Inovasi hadir untuk Membranding Sekolah.”

“Anda tidak harus jadi sempurna, Anda cukup menjadi berguna.” Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Ikrom dalam mendorong peserta untuk berani mengembangkan gagasan inovasi di lingkungan sekolah.

Ikrom menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong lahirnya inovasi dalam pelayanan publik. Hal tersebut juga memiliki dasar regulasi, salah satunya Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023 tentang Inovasi.

Sebagai salah satu dari tiga fasilitator di Makassar yang menangani lebih dari 50 SKPD, Ikrom membuka peluang bagi SD Negeri Borong untuk mengembangkan berbagai gagasan pelayanan publik melalui inovasi sekolah.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir. Karena itu, sekolah perlu menjadi ruang untuk melahirkan cara berpikir baru.

“Inovasi bukan berbicara tentang hasil, tapi juga tentang proses,” tegasnya.

Orang Tua Turut Hadirkan Inovasi

Semangat kolaborasi juga terlihat dari gagasan salah seorang orang tua murid kelas 5, Bunda Bilqis, yang berencana mengikutsertakan program inovasi KOMIK, akronim dari Kolaborasi Orang Tua Meraih Impian Keluarga dan Sekolah.

KOMIK lahir dari keyakinan bahwa pendidikan terbaik dapat terwujud ketika sekolah dan orang tua berjalan beriringan. Program ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendukung impian anak, keluarga, dan sekolah.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Ikrom Trianto. Ia memberikan dukungan terhadap keterlibatan orang tua dalam inovasi sekolah. Menurutnya, inovasi tidak harus hanya lahir dari guru atau pihak sekolah. Orang tua juga memiliki ruang untuk menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi pendidikan.

Keterlibatan orang tua ini sekaligus menunjukkan bahwa membangun inovasi sekolah membutuhkan kolaborasi. Setiap pihak memiliki pengalaman dan sudut pandang yang dapat menjadi sumber lahirnya gagasan baru.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SD Negeri Borong Andi Etty Cahyani, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa sekolah siap memberikan dukungan terhadap berbagai gagasan inovatif yang lahir dari lingkungan sekolah.

“Sekolah siap memfasilitasi keikutsertaan para guru dan orang tua. Kami berharap guru dan orang tua dapat ikut mengembangkan inovasi-inovasi yang dimiliki demi kemajuan sekolah,” ungkapnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi warga SD Negeri Borong untuk mengembangkan gagasan yang sudah ada, termasuk inovasi yang lahir dari kolaborasi sekolah dan orang tua.

Melalu Bimtek Program Inovasi Sekolah ini, diharapkan tidak hanya menghasilkan program baru, tetapi juga membangun budaya berpikir inovatif di lingkungan sekolah. Gagasan sederhana, keberanian melihat kekurangan, mencari solusi, dan mengembangkan solusi tersebut menjadi inovasi yang bermanfaat.

Inovasi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat berawal dari persoalan sederhana di sekitar sekolah dan tumbuh melalui kolaborasi.

(Atika)

Dana Disebut Cair, Warga Mengaku Tak Terima Biaya Operasional
Metro

Tapakbatas.com– Forum Pemuda dan Mahasiswa Hukum (FORPMAHUM) melaporkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan penyaluran dana Program Tunda Tebang Tahun 2018 kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Laporan tersebut berkaitan dengan…