Nasional

Langgar Kode Etik, Tiga Oknum Polda Sulsel Dilaporkan ke Kapolri

×

Langgar Kode Etik, Tiga Oknum Polda Sulsel Dilaporkan ke Kapolri

Sebarkan artikel ini
Tim Kuasa Hukum Ishak Hamzah, Wawan Nur Rewa
Tim Kuasa Hukum Ishak Hamzah, Wawan Nur Rewa

Tapakbatas.com – Tim Kuasa Hukum Ishak Hamzah, Wawan Nur Rewa, melaporkan 3 oknum polisi Polda Sulsel ke Kapolri.

Pelaporan tersebut dilayangkan langsung di Mabes Polri, Jl. Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2023).

Tiga oknum polisi yang bertugas di Polda Sulsel tersebut diduga telah melakukan pelanggaran kode etik.

“Klien kami ditetapkan tersangka dan ditahan, padahal tim kuasa hukum Ishak Hamzah sementara menempuh gugatan perdata yang statusnya sedang berjalan, namun tetap saja dilimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan,

Kemudian, Penyidik memunculkan pasal 263 ayat 2 dugaan pemalsuan surat namun tidak menguji bukti formil sehingga terkesan pasal dulu baru pengujian bukti formil,

Setelah itu, tidak diberikannya hak kami berdasarkan pasal 72 KUHAP soal turunan salinan BAP, baik pelapor maupun saksi saksi, ada lagi, seperti sita barang bukti kami tidak dilibatkan

Dan anehnya lagi tiba-tiba kami disuruh tanda tangan berita acara penyitaan barang bukti, dan itu kami tolak,” kata Wawan.

Ia mengaku kecewa lantaran penanganan kasus kliennya diduga diskriminasi

“kami sangat kecewa, adanya perilaku oknum kepolisian seperti ini yang seakan berpihak kepada Pelapor yang tidak lagi mengarah pada martabat integritas polri sebagai oknum kepolisian,

Semestinya penyidik memberikan klien kami ruang untuk membuktikan sangkaan itu, tapi sampai sekarang penyidik malah tidak sama sekali memperlihatkan kredibilitasnya,

Yang justru kami melihat adanya prilaku dugaan penyidik, Kanit, Kasatreskrim dan beberapa perwira di Polda Sulsel yang justru menghalang halangi penegakan hukum yang berpropesional,

Bayangkan saja, hak kami untuk mendapatkan turunan salinan BAP (berita acara pemeriksaan) tidak diberikan seluruhnya, kan aneh,

Kami ingin buktikan sangkaan klien kami seperti apa kalau penyidik tidak memberikan salinan turunan BAP terlapor serta salinan pelapor dan para saksi-saksi.

Kami berharap atas adanya prilaku oknum seperti ini dan para petinggi polri tidak hanya berdiam diri saja, namun melakukan tindakan penegakan hukum di internal institusi Polri,

Kalau tidak seperti itu, lalu kepada siapa lagi kami akan berlindung mencari keadilan,” ujarnya.

Wawan berharap agar pengaduannya itu ditindaklanjuti Kapolri

“saya berharap agar aduan ini ditindaklanjuti Kapolri agar benar-benar penegakan supremasi hukum independen dan transparan itu dapat dibuktikan yang tidak hanya berada pada narasi semata namun dapat dibuktikan,” ungkapnya

 

 

Editor : Ian

Running Text Milik Kejagung Diretas
Nasional

Tapakbatas.com– Kejagung Menbenarkan bahwa running text atau LED display yang dipasang di pintu masuknya telah diretas. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, I Ketut Sumedana mengemukakan pihaknya belum mengetahui siapa pelaku…

Pemeriksaan saksi di kantor Bawaslu, Jl Kusumah Bangsa Caile
Nasional

Tapakbatas.com– Mantan napi lolos jadi PPK, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Diperiksa Bawaslu Kabupaten Bulukumba. Selasa (21/5/2024). Para komisioner KPU ini dimintai keterangan setelah meloloskan seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan…

Sejumlah personel Polda Sulbar yang dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan terkait penyalahgunaan narkoba dan kasus percaloan penerimaan casis Bintara Polri
Nasional

Tapakbatas.com– Polda Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 12 personel Polri di daerah itu karena terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dan kasus penipuan atau penggelapan…

Rumah Adik Syahrul Yasin Limpo di Makassar
Nasional

Tapakbatas.com– Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di rumah Andi Tenri Angka Yasin Limpo, adik ¬†Eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (16/5/2024). Kepala Bagian Pemberitaan KPK,…