Nasional

Terungkap Sidang Korupsi BTS, Mempora Dito Disebut Terima Rp 27 M

×

Terungkap Sidang Korupsi BTS, Mempora Dito Disebut Terima Rp 27 M

Sebarkan artikel ini
Terungkap Sidang Korupsi BTS, Mempora Dito Disebut Terima Rp 27 M
Terungkap Sidang Korupsi BTS, Mempora Dito Disebut Terima Rp 27 M

Tapakbatas.com – Nama Menpora Dito Ariotedjo disebut menerima aliran dana senilai Rp 27 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G Kominfo, Selasa (26/9/2023).

Pihak-pihak dalam persidangan itu dikatakan turut serta menerima uang dalam upaya mengamankan perkara hingga Rp8,32 triliun.

Saksi mahkota Irwan Hermawan yang juga menyandang status sebagai terdakwa dalam kasus ini mengakui adanya pemberian uang ke Menpora Dito Ariotedjo senilai Rp27 miliar.

Terkait disebutnya nama Menpora Dito, Kejagung mengaku mencermati fakta dalam sidang kasus yang menyeret mantan Menkominfo Johnny G Plate dan 11 orang lainnya.

“Kita memonitor dan cermati terus hasil pemeriksaan dipersidangan,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana.

Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo muncul dalam sidang kasus korupsi BTS 4G Kominfo.

Adalah Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan yang juga berstatus terdakwa yang menyebut nama Dito Ariotedjo.

Dia menyebut Dito menerima uang Rp27 miliar untuk pengamanan perkara BTS 4G Kominfo.

Irwan Hermawan dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksan Agung dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Johnny Gerard Plate, Anang Achmad Latif, dan Yohan Suryanto.

Awalnya, ketua majelis hakim Fahzal Hendri mencecar pengeluaran dana yang coba dilakukan untuk menutupi kasus dugaan korupsi yang saat itu masih dalam proses penyidikan di Kejagung.

Sebelum memberikan uang kepada Dito, Irwan yang menjadi saksi mahkota mengatakan pernah memberikan kepada Edward Hutahaen Rp15 miliar untuk pengamanan perkara BTS 4G.

Lantaran selain uang Edward juga meminta banyak proyek maka diputuskan untuk mengakhiri “main kotor” melalui Edward.

“Yang namanya Edward itu dibatalkan atau tidak jadi pakai jasanya dia,” kata Irwan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Hakim Fahzal Hendri pun menanyakan siapa Wawan yang dimaksud Irwan. Menurut Irwan, Wawan mengaku mempunyai bos bernama Windu Aji Sutanto.

“Ada Wawan dia menawarkan bahwa bos beliau namanya Windu Aji Sutanto,” kata Irwan.

“Siapa?” tanya hakim pada Irwan soal sosok Windu Aji.

“Saya berpikirnya juga pengacara pada saat itu sehingga pada saat itu. Orang yang punya pengaruh dan menawarkan untuk bisa mengamankan ini. Dan, beliau menunjuk pengacara juga,” kata Irwan.

“siapa namanya?” tanya hakim.

“Setio namanya,” kata Irwan.

Untuk Windu Aji disampaikan Irwan ada dua kali pemberian. Pertama Rp33 miliar yang diberikan langsung dirinya, dan Rp33 miliar kedua diberikan oleh Windi Purnama, orang yang disebut-sebut sebagai kurir uang panas BTS.

Jadi, total uang yang diberikan untuk Windu Aji, pengusaha yang pernah menjadi relawan pemenangan Jokowi- Ma’ruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019, adalah Rp66 miliar.

“Ada lagi pak?” tanya hakim Fahzal Hendri.

“Ada lagi,” kata Irwan Hermawan.

“Untuk nutup (kasus BTS 4G) juga?” tanya hakim lagi.

“Iya,” jawab Irwan Hermawan.

“Berapa?” kata hakim Fahzal.

“Rp27 miliar,” kata Irwan Hermawan.

Irwan mengungkapkan, uang itu dititipkan melalui seseorang bernama Resi dan Windi untuk diberikan ke Dito.

Hakim Fahzal kemudian menanyakan siapa sosok Dito yang dimaksud oleh Irwan Hermawan.

“Dito apa?” tanya hakim.

“Pada saatnya itu namanya Dito saja,” kata Irwan.

“Dito apa pak? Dito itu macam-macam,” kata hakim lagi.

“Belakangan saya ketahui Dito Ariotedjo,” kata Irwan.

Untuk mempertegas sosok Dito yang dimaksud, hakim anggota Rianto Adam Pontoh pun turut bertanya kepada Irwan

“Apakah Dito Menpora sekarang?” tanya Rianto.

“Iya benar,” ujar Irwan

“Kepentingan apa dia dengan BTS 27 miliar,” lanjut Rianto

“Untuk penyelesaian kasus,” kata Irwan.

 

 

Editor : Ian

Buru Harun Masiku, KPK Minta Bantuan kepada Masyarakat
Nasional

Tapakbatas.com – Direktur Penyidikan (Dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Asep Guntur Rahayu meminta informasi kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan buronan Harun Masiku (HM). Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan pimpinan…

Kejagung Menemukan Sejumlah Bukti Penguntit Anggota Densus 88
Nasional

Tapakbatas.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) mengklaim menemukan sejumlah bukti penguntitan anggota Densus 88. Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya memiliki bukti kuat dugaan profiling Jampidsus Febrie Ardiansyah. Bukti itu terkait pemeriksaan…

Running Text Milik Kejagung Diretas
Nasional

Tapakbatas.com– Kejagung Menbenarkan bahwa running text atau LED display yang dipasang di pintu masuknya telah diretas. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, I Ketut Sumedana mengemukakan pihaknya belum mengetahui siapa pelaku…

Pemeriksaan saksi di kantor Bawaslu, Jl Kusumah Bangsa Caile
Nasional

Tapakbatas.com– Mantan napi lolos jadi PPK, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Diperiksa Bawaslu Kabupaten Bulukumba. Selasa (21/5/2024). Para komisioner KPU ini dimintai keterangan setelah meloloskan seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan…