Metro

Plt Kepala SMPN 6 Makassar: Kalau Ada Pungutan, Itu Inisiatif Guru

×

Plt Kepala SMPN 6 Makassar: Kalau Ada Pungutan, Itu Inisiatif Guru

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala SMPN 6 Makassar: Kalau Ada Pungutan, Itu Inisiatif Guru
SMP Negeri 6 Makassar

Tapakbatas.com- Sejumlah orang tua siswa SMPN 6 Makassar menyuarakan keluhan terkait dugaan adanya pungutan biaya untuk mata pelajaran Seni Budaya Keterampilan (SBK) dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Rabu (17/9/2025)

Keluhan itu mencuat setelah beredar pesan berantai di grup WhatsApp orang tua murid yang menyebutkan adanya kewajiban pembayaran Rp40 ribu per siswa untuk bahan pembuatan kipas SBK, serta Rp25 ribu untuk kegiatan renang PJOK.

“Assalamualaikum, diingatkan kembali bahwa besok adalah hari terakhir membayar uang SBK dan PJOK. Mohon segera dilunasi karena bendahara sudah ditagih, sir,” demikian isi pesan yang beredar.

Sejumlah wali murid mempertanyakan dasar pungutan tersebut, terutama soal transparansi penggunaan dana.

Hitung-hitungan orang tua menyebut, jika dikalikan seluruh siswa dari 11 kelas, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp19,8 juta hanya untuk pengadaan bahan kipas SBK.

“Kami tidak tahu toko yang dimaksud. Katanya bahannya didatangkan dari Jawa, tapi tidak jelas dari mana asalnya,” ungkap salah seorang wali murid.

Felixander Baan, orang tua murid sekaligus pemerhati pendidikan di Makassar, menilai guru seharusnya tidak membebankan pembelian bahan kepada siswa.

Menurutnya, cukup memberi arahan terkait bahan yang digunakan agar siswa bisa membelinya sendiri, atau membebaskan anak untuk berkreasi dengan bahan seadanya.

“Lebih baik memakai bahan daur ulang untuk membuat kipas. Ini sekaligus mendukung program wali kota Makassar terkait 3R (reuse, reduce, recycle),” ujarnya.

Menanggapi polemik tersebut, Plt Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Ashar, menegaskan tidak ada kewajiban pembayaran dari pihak sekolah.

“Kalau memang ada pungutan, berarti itu inisiatif guru mata pelajaran. Saya akan cek langsung ke siswa. Terima kasih atas informasinya,” kata Ashar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Amar, guru Mata Pelajaran mengaku sudah membatalkan rencana pengadaan bahan kipas yang disebut berasal dari Jawa.

“Jadi tidak ada lagi pengadaan bahan tersebut,” singkatnya.

Editor : Darwis

Dana Disebut Cair, Warga Mengaku Tak Terima Biaya Operasional
Metro

Tapakbatas.com– Forum Pemuda dan Mahasiswa Hukum (FORPMAHUM) melaporkan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dan penyaluran dana Program Tunda Tebang Tahun 2018 kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Laporan tersebut berkaitan dengan…

Diduga Gelapkan SHM, Oknum Pegawai KKP Dilaporkan ke Polisi
Metro

Tapakbatas.com– Seorang oknum pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berinisial BN dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang berkaitan dengan Sertifikat…